Kamis, 08 Oktober 2015

Mengenal Madu Lebih Dekat


Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa. Rasa manis dari madu memiliki ciri yang berbeda dari rasa manis yang berasal dari gula sehingga bagi sebagian orang lebih menyukai madu sebagai pemanis. Rasa manis dari madu juga aman digunakan untuk penderita diabetes karena berasal dari fruktosa dan glukosa yang tidak memerlukan insulin untuk dipecah menjadi energi.

Kandungan Nutrisi Madu

Madu mengandung berbagai unsur yang berguna bagi manusia seperti karbohidrat, gula, vitamin dan mineral. Nilai nutrisi dari madu dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 Madu
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz) / 5 sendok makan
Energi
1,272 kJ (304 kcal)
Karbohidrat
82.4 g
Gula
82.12 g
Serat pangan
0.2 g
Lemak
0 g
Protein
0.3 g
Air
17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)
0.038 mg (3%)
Asam Pantotenat (B5)
0.068 mg (1%)
Niasin (Vit. B3)
0.121 mg (1%)
Vitamin B6
0.024 mg (2%)
Folat (Vit. B9)
2 μg (1%)
Vitamin C
0.5 mg (1%)
Kalsium
6 mg (1%)
Besi
0.42 mg (3%)
Magnesium
2 mg (1%)
Fosfor
4 mg (1%)
Kalium
52 mg (1%)
Natrium
4 mg (0%)
Zink       
0.22 mg (2%)
Persentase merujuk kepada rekomendasi nutrisi untuk orang dewasa di Amerika Serikat.
Sumber: Data Nutrisi USDA

 

Kandungan Madu

Karakteristik fisik dari madu berbeda-beda tergantung dari kandungan air, asal usul bunga, proses ekstraksi dan komposisi kandungan gula dari madu tersebut. Kandungan utama madu adalah Fruktosa (38-55%) dan Glukosa (31%) dan kandungan lainnya seperti Maltosa, Sucrosa dan Karbohidrat Komplek. Komposisi spesifik dari madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu. Hasil analisa madu secara umum adalah sebagai berikut :

•             Fruktosa: 38.2%

•             Glukosa: 31.3%

•             Maltosa: 7.1%

•             Sukrosa: 1.3%

•             Air: 17.2%

•             Gula paling tinggi: 1.5%

•             Abu (analisis kimia):0.2%

•             Lain-lain: 3.2%

Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter, atau sama dengan 36% lebih kental daripada air.

Pemeringkatan (Grading) Madu

Di Amerika Serikat, madu diberikan peringkat berdasarkan standar dari USDA berdasarkan beberapa faktor seperti kadar air, rasa, aroma dan kejernihannya. Pemeringkatan madu berdasarkan USDA adalah sebagai berikut :

Peringkat
Kandungan Air
Rasa dan Aroma
Ketiadaan Pengotor
Kejernihan
A
< 18.6%
Sangat Bagus : memiliki rasa dan aroma yang baik/normal sesuai dengan jenis bunganya, bebas dari : aroma karamelisasi, bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Bebas dari pengotor dan bahan tidak larut – tidak ditemukan adanya pengotor yang mempengaruhi penampilan fisik madu
Sangat Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang tidak mempengaruhi penampilan fisik madu.
B
> 18.6% dan < 20.0%
Bagus : bebas dari  aroma karamelisasi,bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Bebas dari pengotor dan bahan tidak larut – tidak ditemukan adanya pengotor yang mempengaruhi penampilan fisik madu
Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang tidak mempengaruhi penampilan fisik madu.
C
< 20.0%
Cukup Bagus : bebas dari  aroma karamelisasi,bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Mengandung sedikit pengotor dan bahan tidak larut tetapi hanya sedikit mempengaruhi penampilan fisik madu
Cukup Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang sedikit mempengaruhi penampilan fisik madu.
Substandard
> 20.0%
Gagal memenuhi kriteria Grade C
Gagal memenuhi kriteria Grade C
Gagal memenuhi kriteria Grade C

Indikator Kualitas Madu

Madu yang berkualitas tinggi dapat dibedakan dari aroma, rasa dan kekentalannya. Madu yang bagus dan fresh pada suhu 200C jika dituangkan menggunakan pisau akan mengalir dengan mudah dan tanpa terputus-putus menjadi tetesan-tetesan yang terpisah. Setelah madu tersebut jatuh maka akan membentuk tetesan yang kental.

Madu yang berkualitas baik, jika dituang, akan membentuk lapisan tipis yang segera menghilang. Jika tidak membentuk lapisan tipis menunjukkan madu tersebut banyak mengandung air (lebih dari 20% air).

Di dalam toples/wadah, madu yang fresh akan terlihat jernih, kental dan tidak membentuk lapisan. Setelah disimpan selama beberapa minggu/bulan, beberapa jenis madu akan mengkristal dalam bentuk lapisan busa yang padat. Untuk memperlambat proses kristalisasi tersebut, madu dapat dipanaskan pada suhu 40–49 °C.

Kegunaan Madu

A.      Makanan

Sejak lama madu digunakan dalam makanan, pembuatan roti dan kue, sebagai selai dan juga sebagai tambahan dan pemanis dalam minuman seperti teh.

B.      Kesehatan/Medis

Dalam pengobatan tradisional, madu dapat digunakan sebagai obat baik secara oral maupun secara topikal di kulit untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti gangguan pencernaan, maag, luka dan luka bakar. Pengobatan dengan madu banyak ditemukan dalam literatur kuno yang berasal dari Yunani, Romawi, India dan Cina.

Kegunaan madu untuk kesehatan/pengobatan akan dibahas dalam artikel-artikel tersendiri.

Penggunaan madu juga banyak ditemukan dalam berbagai literatur keagamaan seperti dalam Alqur’an (surah An Nahl) dan hadits, Kristen/Injil (New Testament, Matthew 3:4), Budha (festival Madhu Purnima), Yahudi (Taurat) dan Hindu.

Produsen Madu dan Konsumsi Madu di Dunia

Berdasarkan data tahun 2012, 5 negara produsen madu terbesar di dunia adalah China, Turki, Argentina, Ukraina dan Amerika Serikat

Konsumsi madu mencapai 1 kilogram per kapita per tahun di beberapa negara seperti Austria, Jerman dan Swiss. Di negara-negara maju lainnya seperti Eropa, Amerika, Jepang dan China tingkat konsumsi madu per kapita juga cukup tinggi. Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran terhadap kegunaan madu untuk kesehatan yang cukup tinggi di negara-negara tersebut.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar