Jumat, 23 Oktober 2015

Madu dan Batuk

Salah satu penyakit yang paling sering menimpa kita semua adalah Batuk. Coba di ingat, kapan terkahir kali kita batuk? Jangan-jangan malah memang lagi batuk ya JJ..Nah dalam artikel ini, team B’Honey akan sedikit berbagi pengetahuan dan tips tentang batuk dan cara mengatasinya..tentunya tips ini ala B’Honey dong JJ

Apakah Batuk itu?
Bro and Sis, batuk itu sebenarnya adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh kita terhadap masuknya benda asing ke dalam tenggorokan kita. Batuk merupakan suatu refleks protektif yang timbul akibat iritasi percabangan trakeobronkial (waduh..apaan tuh? Sejenis binatang purba kalee..hehehe)..Ga usah pusing dengan istilah medis itu ya, yang pasti batuk merupakan mekanisme yang penting untuk membersihkan saluran napas bagian bawah. Kebanyakan orang dewasa normal batuk beberapa kali setelah bangun pagi hari untuk membersihkan saluran napas dari sekret/cairan yang terkumpul selama mereka tidur.

Lalu, batuk apa yang harus diobati?..Batuk yang harus diobati adalah batuk yang terus menerus karena batuk merupakan salah satu gejala paling umum dari penyakit pernapasan. Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu harus diselidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya karena dikhawatirkan merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih serius.

Apa sih penyebab batuk?
Penyebab batuk yang paling utama adalah akibat infeksi virus pada saluran pernapasan. Selain infeksi, penyebab batuk yang lainnya meliputi :
  • Penyakit kronis yang kambuh, misal asma, TBC atau bronkhitis kronis
  • Alergi, karena faktor tertentu seperti alergi pada debu, bunga/serbuk sari dll
  • Penyakit refluks gastroesofagus karena iritasi dan luka akibat asam lambung

Apa saja jenis batuk?
Berdasarkan lamanya batuk, terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1. Batuk akut : batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari serta dalam 1 periode/siklus
  2. Batuk kronis : batuk yang lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut.

Berdasarkan jenisnya, batuk terbagi menjadi :
  1. Batuk kering : indikasi awal batuk kering biasanya adalah rasa gatal di tenggorokan. Batuk ini terjadi saat tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas sedang mengalami peradangan. Otak akan menganggap peradangan ini sebagai kondisi yang asing sehingga menghilangkannya dengan batuk.
  2. Batuk berdahak : batuk yang disertai dengan adanya produksi sputum/dahak. Batuk berdahak ini akan sangat membantu karena akan mengeluarkan dahak dari saluran paru-paru..

So, bagaimana pengobatan batuk?
Bro and Sis, pengobatan batuk tergantung dari jenis batuk dan tingkat keparahan-nya. Yang umum digunakan untuk pengobatan batuk adalah obat-obat kimia seperti dextromethorphan (batuk kering), phenylephrine (batuk karena alergi), bromhexine (batuk berdahak), dll...ada buanyaaaaakkkkk bingitssss obat batuk yang beredar di pasaran..Bro and Sis tinggal pilih saja..belum lagi biasanya karena disertai peradangan, obat-obat tersebut juga dikombinasikan dengan antibiotik..mulai dari yang paling kita kenal dan sederhana seperti Amoxicillin s/d generasi terbaru seperti Cefadroxyl, Cefixime bahkan kabarnya sudah keluar lagi antibiotik terbaru....
Tapi perlu di ingat bahwa obat-obat kimia tersebut, walaupun memang “ampuh” (tergantung kecocokan juga) akan tetapi memiliki beberapa kelemahan, seperti :
  1. Efek samping obat : perlu di ingat, Bro and Sis, bahwa walaupun aman (maksudnya tidak menyebabkan keracunan atau kematian), obat-obat kimia tetap memiliki efek samping yang merugikan tubuh..coba deh kita baca-baca di leaflet obat yang kita beli di bagian efek samping obat...disitu akan terdapat keterangan yang cukup “bejibun” tentang efek samping dari obat yang kita makan..Blom lagi kalu sudah menyangkut antibiotik..ada efek samping lain berupa resistensi bila tidak dimakan secara tuntas dan teratur..hadeeuuhhhh....
  2. Kondisi tertentu tidak disarankan untuk meminum obat-obat kimia pada saat batuk, seperti ibu hamil dan menyusui atau yang alergi dengan obat-obat tertentu..hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak balita, apalagi penggunaan antibiotik untuk anak-anak balita. it is not recommended deh..
  3. Muahalllll : memang relatif sih, tapi percaya deh, kalau sudah di resepkan obat-obat “paten” apalagi plus antibiotik “super” sudah pasti akan menguras kantong kita deh..Ga lucu juga kan kalau sakitnya cuma batuk biasa tapi harga obatnya “luarrrrr biasaaaaa”..
Oleh karena itulah, maka penggunaan madu bisa menjadi alternatif sebagai pengobatan terutama untuk pengobatan pertama pada batuk yang ringan/akut..tapi ingat ya, kalau batuk sudah lebih dari 1 minggu, apalagi 3 minggu, segera periksakan ke dokter karena dikhawatirkan ada penyakit lain yang bisa lebih berbahaya..

“Apa bener madu bisa membantu mengobati batuk? Mana bukti ilmiahnya?” Pertanyaan itu mungkin yang pertama-tama akan muncul di benak kita.. Oleh karena itu B’Honey mencoba menelusuri beberapa literatur tentang pengobatan madu ini..

Kesimpulannya memang belum diketahui secara pasti bagaimana mekanismenya akan tetapi hasil penelitian medis menunjukkan bahwa madu terbukti secara efektif membantu penyembuhan batuk dan bahkan radang tenggorokan. Beberapa penelitian itu diantaranya :
  1. Dr. Andrew Weil : walaupun mekanisme-nya belum diketahui, secara umum bisa dikatakan bahwa adanya enzim dalam madu yang diciptakan oleh lebah dapat menghasilkan senyawa hidrogen peroksida yang dapat berfungsi sebagai antibiotik/germicide untuk membunuh bakteri penyebab infeksi tenggorokan. Beliau menyarankan penggunaan madu, bisa ditambah dengan lemon tea, sebagai pengobatan untuk batuk dan radang tenggorokan.
  2. Mayo Clinic : ahli di Mayo Clinic menyarankan menggunakan campuran madu-lemon dalam keadaan hangat untuk terapi batuk dan radang tenggorokan.
  3. The Doctors Book of Home Remedies menyarankan penggunaan madu ditambah dengan teh herbal atau teh tanpa caffein sebagai pengobatan batuk dan radang tenggorokan. Dalam buku yang sama, Irwin Ziment Ph.D, chief of medicine di California’s Olive View Medical Center, menyarankan penggunaan madu dicampur dengan horse radish (sejenis akar dari Rusia).
  4. James M. Steckelberg, M.D menyarankan penggunaan air lemon hangat dengan madu untuk meringankan batuk dan radang. Dari hasil studi beliau terungkap bahwa anak dengan umur 2 tahun ke atas yang diberikan 10 ml madu pada saat akan tidur membantu mengurangi batuk pada malam hari dan memperbaiki kualitas tidurnya. Dalam studinya beliau juga menemukan bukti bahwa penggunaan madu dapat berfungsi secara efektif menekan batuk seperti fungsi pada obat batuk yang mengandung dextromethorphan.
  5. Terakhir, pengalaman dari B’Honey sendiri, jika B’Honey atau keluarga terserang batuk, maka kita meracik sendiri obat batuk berupa perasan 1 butir jeruk nipis + 2 sendok makan madu B’Honey (lebih efektif madu randu dibanding madu rambutan) dan diminum 3x sehari. Alhamdulillah dalam 2-3 hari batuknya berkurang bahkan bisa sembuh.
Jadi Bro and Sis, jangan ragu-ragu...cobalah menggunakan resep dari madu jika Bro and Sis terserang batuk..Tidak ada ruginya..yang pasti obat-obat dari alam Insya Allah bebas dari efek samping..

But remember, jika batuk Bro and Sis tidak sembuh dalam 1 minggu, atau semakin bertambah berat or disertai gejala lain seperti sesak nafas atau demam tinggi, segera periksakan ke dokter karena khawatir ada penyakit lain yang menyebabkan batuknya Bro and Sis..

And Don’t Forget...Be Honey..100% Healthy Natural Honey..More than just a supplement !

Sampai jumpa lagi di artikel menarik lainnya tentang madu ya...stay tune....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar