Dalam 1 minggu terakhir terdapat beberapa pertanyaan yang masuk ke redaksi
B’Honey yang menanyakan efektifitas madu sebagai obat untuk penyembuhan luka,
baik berupa luka akibat tersayat benda tajam, jatuh bahkan luka bakar. Nah,
pada kesempatan kali ini B’Honey akan memberikan informasi mengenai hal
tersebut.
Di berbagai literatur kuno yang sudah berusia ratusan tahun, madu
dikenal sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Beberapa penelitian modern telah
membuktikan secara empiris tentang efektifitas dari madu tersebut.
Selama ini banyak ahli pengobatan berpendapat bahwa luka akan sembuh dengan
lebih baik dan cepat jika dibiarkan terbuka setelah luka tersebut dibersihkan
dan pendarahan-nya berhenti. Akan tetapi penelitian terakhir menyimpulkan hasil
yang sebaliknya. Hasil penelitian terakhir mendukung teori yang menyatakan
bahwa menjaga luka agar tetap lembab akan menyembuhkan luka dengan lebih cepat
dan menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi. Secara bersamaan,dengan membuat
luka tetap lembab,akan mempercepat regenerasi butir darah (vessel blood) di
sekitar luka dan menurunkan pembentukan sel-sel yang dikenal dapat menyebabkan
terjadinya inflamasi (radang). Hasil penelitian menganjurkan untuk menjaga luka
agar tetap lembab selama paling sedikit 5 hari.
Hasil penelitian terakhir ini dijadikan rujukan oleh perusahaan farmasi
untuk menjual cream/salep yang mengandung antibiotik sebagai obat luka. Banyak
merk cream/salep antibitotik yang dijual di pasaran seperti Burnazin,
Gentamycin dll. Akan tetapi perlu diingat bahwa seperti biasa penggunaan
obat-obat kimia memiliki potensial efek samping. Penggunaan obat kimia akan
menyebabkan jaringan menjadi membesar dan dapat menyebabkan terjadinya reaksi
alergi lokal.
Para peneiti telah menemukan bukti bahwa salah satu metode terbaik dan
efektif untuk menjaga kelembaban luka adalah dengan menggunakan Vaseline, dan alternatif yang lebih baik lagi adalah
dengan menggunakan madu.
Penggunaan Madu untuk Luka dan Luka Bakar
Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang sulit disembuhkan karena merupakan
tempat yang sangat cocok untuk pertumbuhan banyak mikroba. Luka bakar dapat
dengan mudah terinfeksi dan secara cepat dapat menyebar sampai ke pembuluh
darah dan dapat menyebabkan kematian.
Banyak penelitian yang menunjukkan kemampuan antibakteri madu yang
menakjubkan pada saat digunakan untuk mengobati luka bakar. Salah satu
penelitian yang menggunakan 9 jenis mikroba berbeda yang biasa terdapat pada
luka bakar, ketika mikroba tersebut ditanam dalam kultur yang mengandung 30%
madu, tidak ada satupun dari 9 jenis mikroba tersebut yang dapat hidup.
Dalam penelitian yang lain, seorang dokter membandingkan efek dari madu dan
beberapa jenis antibiotik terhadap 28 jenis bakteri patogen berbeda yang terdapat
pada luka bakar dan merupakan bakteri yang disinyalir resisten terhadap
antibiotik. Hanya 3 dari 28 jenis bakteri tersebut yang ditemukan mati dengan
penggunakan 11 jenis antibitotik yang diteliti dan secara menakjubkan 28 jenis
bakteri tersebut mati oleh penggunaan madu dengan konsentrasi sebesar 25%.
Pertanyaannya adalah kenapa madu bisa sangat efektif terhadap penyembuhan
luka/luka bakar?
Ada beberapa faktor penyebab efektifitas dari madu, yaitu :
- Madu memiliki osmolaritas (kekentalan) yang tinggi. Ketika madu kontak dengan bakteri, maka madu akan menarik kandungan air di dalam bakteri sehingga merusak sel dan dapat membunuh bakteri tersebut.
- Madu cenderung bersifat asam dengan pH antara 3,2 s/d 4,5. Tingkat keasasman ini dapat membunuh beberapa jenis mikroba.
- Madu memiliki kemampuan untuk memproduksi Hydrogen Peroxide (H2O2) yang merupakan senyawa yang bersifat antibiotik. Senyawa ini dihasikan melalui reaksi kimia akibat pecahnya molekul gula dari madu pada saat bersentuhan dengan luka yang diperantarai oleh enzym dari lebah yang terdapat dalam madu.
Di Amerika Serikat, baru-baru ini sudah terdapat preparat madu yang sudah
mendapatkan approval dari FDA (BPOM-nya Amerika) untuk digunakan dalam
pengobatan luka bakar. Preparat madu tersebut bernama “Medihoney” yang
diproduksi oleh Derma Sciences.
Medihoney sudah mulai banyak dipergunakan di Rumah Sakit-Rumah Sakit di
Amerika sebagai terapi utama mengatasi luka bakar. Hal ini didasari oleh fakta
bahwa Medihoney mampu mengatasi kasus-kasus luka bakar yang tidak dapat
disembuhkan oleh antibiotik yang ada dikarenakan terdapat resistensi dari
mikroba yang dikenal dengan nama “superbugs”.
Dr. Robert Frykberg, kepala bagian podiatry (ilmu kedokteran yang
berhubungan dengan permasalahan pada kaki) dari Rumah Sakit Veteran di Phoenix
mengatakan bahwa Medihoney terbukti efektif menyembuhkan lebih dari 50% pasien
diabetes yang menderita luka/borok di kaki yang sulit disembuhkan oleh
penggunaan obat lain. Beliau juga menyatakan bahwa penggunaan Medihoney dapat
mencegah terjadinya infeksi berbahaya terhadap luka terbuka yang disebabkan oleh
bakteri staphylococcus resisten yang
dikenal dengan istilah MRSA.
Peter Molan, seorang profesor biochemist dari Universitas Waikato di New Zealand,
setelah melakukan studi intensif selama 25 tahun tarhadap madu menyatakan bahwa
madu terbukti secara efektif mengobati luka yang tidak dapat disembuhkan bahkan
oleh antibiotik yang ada. Beliau menemukan bukti bahwa untuk madu jenis
tertentu, seperti madu manuka, dapat membunuh bakteri walaupun madu tersebut
sudah diencerkan sampai dengan 10 kali. Beliau sangat menyarankan penggunaan
madu untuk pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Akan tetapi Molan
mengingatkan bahwa madu tidak akan berfungsi jika infeksi sudah terlanjur masuk
ke dalam darah.
Beberapa Rumah Sakit dan klinik luka di Amerika Serikat sudah menggunakan Medihoney
untuk mengobati pasien dengan luka infeksi yang disebabkan kecelakaan atau luka
operasi dan luka di kaki pada pasien diabetes yang sukar disembuhkan yang
biasanya akan mengakibatkan amputasi.
Kara Couch, seorang perawat di Rumah Sakit Pusat Penyembuhan Luka Universitas
Goergetown di Washington mengatakan bahwa Medihoney berhasil dengan baik dalam
penyembuhan luka pada pasien. Dia mengatakan bahwa ada seorang pasien dengan
luka terbuka yang tidak kunjung sembuh selama beberapa tahun telah menunjukkan
kesembuhan sekitar 90% hanya dalam waktu 3 minggu setelah penggunaan Medihoney.
Dr. Craigh Lambrecht, seorang dokter di North Dakota, mulai menggunakan
Medihoney setelah kepulangannya dari Irak dimana dia bertugas sebagai dokter
tentara. Di Irak, dia melihat bahwa masyarakat Irak menggunakan madu untuk
penyembuhan luka yang disebabkan karena kecelakaan, luka bakar maupun luka
akibat terkena peluru atau bom. Dan hasilnya luka tersebut sembuh. Beiau
berkata bahwa saya akan menggunakan Medihoney sebagai pilihan pertama untuk
pengobatan luka pada dirinya maupun keluarganya.
So, madu lovers, dari uraian di atas sudah terbukti secara ilmiah dan
meyakinkan bahwa madu benar-benar dapat berfungsi secara efektif dalam
pengobatan luka dan luka bakar..Jadi jangan ragu-ragu lagi ya..Sediakan selalu
madu di Rumah kita sebagai sumber energi, peningkat stamin dan tentunya sebagai
obat untuk luka..
Sampai ketemu lagi di artikel-artikel menarik tentang madu yang akan datang ya..
See you...
Sumber :
-
Honey making a medical comeback (www.nbcnews.com)
-
Honey: A Natural Wound Healer (www.DrDavidWilliams.com)

