Rabu, 04 November 2015

Madu Sebagai Obat Luka





Dalam 1 minggu terakhir terdapat beberapa pertanyaan yang masuk ke redaksi B’Honey yang menanyakan efektifitas madu sebagai obat untuk penyembuhan luka, baik berupa luka akibat tersayat benda tajam, jatuh bahkan luka bakar. Nah, pada kesempatan kali ini B’Honey akan memberikan informasi mengenai hal tersebut.

Di berbagai literatur kuno yang sudah berusia ratusan tahun, madu dikenal sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Beberapa penelitian modern telah membuktikan secara empiris tentang efektifitas dari madu tersebut.

Selama ini banyak ahli pengobatan berpendapat bahwa luka akan sembuh dengan lebih baik dan cepat jika dibiarkan terbuka setelah luka tersebut dibersihkan dan pendarahan-nya berhenti. Akan tetapi penelitian terakhir menyimpulkan hasil yang sebaliknya. Hasil penelitian terakhir mendukung teori yang menyatakan bahwa menjaga luka agar tetap lembab akan menyembuhkan luka dengan lebih cepat dan menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi. Secara bersamaan,dengan membuat luka tetap lembab,akan mempercepat regenerasi butir darah (vessel blood) di sekitar luka dan menurunkan pembentukan sel-sel yang dikenal dapat menyebabkan terjadinya inflamasi (radang). Hasil penelitian menganjurkan untuk menjaga luka agar tetap lembab selama paling sedikit 5 hari.

Hasil penelitian terakhir ini dijadikan rujukan oleh perusahaan farmasi untuk menjual cream/salep yang mengandung antibiotik sebagai obat luka. Banyak merk cream/salep antibitotik yang dijual di pasaran seperti Burnazin, Gentamycin dll. Akan tetapi perlu diingat bahwa seperti biasa penggunaan obat-obat kimia memiliki potensial efek samping. Penggunaan obat kimia akan menyebabkan jaringan menjadi membesar dan dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi lokal.

Para peneiti telah menemukan bukti bahwa salah satu metode terbaik dan efektif untuk menjaga kelembaban luka adalah dengan menggunakan Vaseline,  dan alternatif yang lebih baik lagi adalah dengan menggunakan madu.

Penggunaan Madu untuk Luka dan Luka Bakar

Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang sulit disembuhkan karena merupakan tempat yang sangat cocok untuk pertumbuhan banyak mikroba. Luka bakar dapat dengan mudah terinfeksi dan secara cepat dapat menyebar sampai ke pembuluh darah dan dapat menyebabkan kematian.

Banyak penelitian yang menunjukkan kemampuan antibakteri madu yang menakjubkan pada saat digunakan untuk mengobati luka bakar. Salah satu penelitian yang menggunakan 9 jenis mikroba berbeda yang biasa terdapat pada luka bakar, ketika mikroba tersebut ditanam dalam kultur yang mengandung 30% madu, tidak ada satupun dari 9 jenis mikroba tersebut yang dapat hidup.

Dalam penelitian yang lain, seorang dokter membandingkan efek dari madu dan beberapa jenis antibiotik terhadap 28 jenis bakteri patogen berbeda yang terdapat pada luka bakar dan merupakan bakteri yang disinyalir resisten terhadap antibiotik. Hanya 3 dari 28 jenis bakteri tersebut yang ditemukan mati dengan penggunakan 11 jenis antibitotik yang diteliti dan secara menakjubkan 28 jenis bakteri tersebut mati oleh penggunaan madu dengan konsentrasi sebesar 25%.

Pertanyaannya adalah kenapa madu bisa sangat efektif terhadap penyembuhan luka/luka bakar?

Ada beberapa faktor penyebab efektifitas dari madu, yaitu :
  • Madu memiliki osmolaritas (kekentalan) yang tinggi. Ketika madu kontak dengan bakteri, maka madu akan menarik kandungan air di dalam bakteri sehingga merusak sel dan dapat membunuh bakteri tersebut.
  • Madu cenderung bersifat asam dengan pH antara 3,2 s/d 4,5.  Tingkat keasasman ini dapat membunuh beberapa jenis mikroba.
  • Madu memiliki kemampuan untuk memproduksi Hydrogen Peroxide (H2O2) yang merupakan senyawa yang bersifat antibiotik. Senyawa ini dihasikan melalui reaksi kimia akibat pecahnya molekul gula dari madu pada saat bersentuhan dengan luka yang diperantarai oleh enzym dari lebah yang terdapat dalam madu.


Di Amerika Serikat, baru-baru ini sudah terdapat preparat madu yang sudah mendapatkan approval dari FDA (BPOM-nya Amerika) untuk digunakan dalam pengobatan luka bakar. Preparat madu tersebut bernama “Medihoney” yang diproduksi oleh Derma Sciences.

Medihoney sudah mulai banyak dipergunakan di Rumah Sakit-Rumah Sakit di Amerika sebagai terapi utama mengatasi luka bakar. Hal ini didasari oleh fakta bahwa Medihoney mampu mengatasi kasus-kasus luka bakar yang tidak dapat disembuhkan oleh antibiotik yang ada dikarenakan terdapat resistensi dari mikroba yang dikenal dengan nama “superbugs”.

Dr. Robert Frykberg, kepala bagian podiatry (ilmu kedokteran yang berhubungan dengan permasalahan pada kaki) dari Rumah Sakit Veteran di Phoenix mengatakan bahwa Medihoney terbukti efektif menyembuhkan lebih dari 50% pasien diabetes yang menderita luka/borok di kaki yang sulit disembuhkan oleh penggunaan obat lain. Beliau juga menyatakan bahwa penggunaan Medihoney dapat mencegah terjadinya infeksi berbahaya terhadap luka terbuka yang disebabkan oleh bakteri  staphylococcus resisten yang dikenal dengan istilah MRSA.

Peter Molan, seorang profesor biochemist dari Universitas Waikato di New Zealand, setelah melakukan studi intensif selama 25 tahun tarhadap madu menyatakan bahwa madu terbukti secara efektif mengobati luka yang tidak dapat disembuhkan bahkan oleh antibiotik yang ada. Beliau menemukan bukti bahwa untuk madu jenis tertentu, seperti madu manuka, dapat membunuh bakteri walaupun madu tersebut sudah diencerkan sampai dengan 10 kali. Beliau sangat menyarankan penggunaan madu untuk pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Akan tetapi Molan mengingatkan bahwa madu tidak akan berfungsi jika infeksi sudah terlanjur masuk ke dalam darah.

Beberapa Rumah Sakit dan klinik luka di Amerika Serikat sudah menggunakan Medihoney untuk mengobati pasien dengan luka infeksi yang disebabkan kecelakaan atau luka operasi dan luka di kaki pada pasien diabetes yang sukar disembuhkan yang biasanya akan mengakibatkan amputasi.

Kara Couch, seorang perawat di Rumah Sakit Pusat Penyembuhan Luka Universitas Goergetown di Washington mengatakan bahwa Medihoney berhasil dengan baik dalam penyembuhan luka pada pasien. Dia mengatakan bahwa ada seorang pasien dengan luka terbuka yang tidak kunjung sembuh selama beberapa tahun telah menunjukkan kesembuhan sekitar 90% hanya dalam waktu 3 minggu setelah penggunaan Medihoney.

Dr. Craigh Lambrecht, seorang dokter di North Dakota, mulai menggunakan Medihoney setelah kepulangannya dari Irak dimana dia bertugas sebagai dokter tentara. Di Irak, dia melihat bahwa masyarakat Irak menggunakan madu untuk penyembuhan luka yang disebabkan karena kecelakaan, luka bakar maupun luka akibat terkena peluru atau bom. Dan hasilnya luka tersebut sembuh. Beiau berkata bahwa saya akan menggunakan Medihoney sebagai pilihan pertama untuk pengobatan luka pada dirinya maupun keluarganya.

So, madu lovers, dari uraian di atas sudah terbukti secara ilmiah dan meyakinkan bahwa madu benar-benar dapat berfungsi secara efektif dalam pengobatan luka dan luka bakar..Jadi jangan ragu-ragu lagi ya..Sediakan selalu madu di Rumah kita sebagai sumber energi, peningkat stamin dan tentunya sebagai obat untuk luka..

Sampai ketemu lagi di artikel-artikel menarik tentang madu yang akan datang ya..

See you...

Sumber :
-          Honey making a medical comeback (www.nbcnews.com)

-          Honey: A Natural Wound Healer (www.DrDavidWilliams.com)

Jumat, 23 Oktober 2015

Madu dan Batuk

Salah satu penyakit yang paling sering menimpa kita semua adalah Batuk. Coba di ingat, kapan terkahir kali kita batuk? Jangan-jangan malah memang lagi batuk ya JJ..Nah dalam artikel ini, team B’Honey akan sedikit berbagi pengetahuan dan tips tentang batuk dan cara mengatasinya..tentunya tips ini ala B’Honey dong JJ

Apakah Batuk itu?
Bro and Sis, batuk itu sebenarnya adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh kita terhadap masuknya benda asing ke dalam tenggorokan kita. Batuk merupakan suatu refleks protektif yang timbul akibat iritasi percabangan trakeobronkial (waduh..apaan tuh? Sejenis binatang purba kalee..hehehe)..Ga usah pusing dengan istilah medis itu ya, yang pasti batuk merupakan mekanisme yang penting untuk membersihkan saluran napas bagian bawah. Kebanyakan orang dewasa normal batuk beberapa kali setelah bangun pagi hari untuk membersihkan saluran napas dari sekret/cairan yang terkumpul selama mereka tidur.

Lalu, batuk apa yang harus diobati?..Batuk yang harus diobati adalah batuk yang terus menerus karena batuk merupakan salah satu gejala paling umum dari penyakit pernapasan. Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu harus diselidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya karena dikhawatirkan merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih serius.

Apa sih penyebab batuk?
Penyebab batuk yang paling utama adalah akibat infeksi virus pada saluran pernapasan. Selain infeksi, penyebab batuk yang lainnya meliputi :
  • Penyakit kronis yang kambuh, misal asma, TBC atau bronkhitis kronis
  • Alergi, karena faktor tertentu seperti alergi pada debu, bunga/serbuk sari dll
  • Penyakit refluks gastroesofagus karena iritasi dan luka akibat asam lambung

Apa saja jenis batuk?
Berdasarkan lamanya batuk, terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1. Batuk akut : batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari serta dalam 1 periode/siklus
  2. Batuk kronis : batuk yang lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut.

Berdasarkan jenisnya, batuk terbagi menjadi :
  1. Batuk kering : indikasi awal batuk kering biasanya adalah rasa gatal di tenggorokan. Batuk ini terjadi saat tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas sedang mengalami peradangan. Otak akan menganggap peradangan ini sebagai kondisi yang asing sehingga menghilangkannya dengan batuk.
  2. Batuk berdahak : batuk yang disertai dengan adanya produksi sputum/dahak. Batuk berdahak ini akan sangat membantu karena akan mengeluarkan dahak dari saluran paru-paru..

So, bagaimana pengobatan batuk?
Bro and Sis, pengobatan batuk tergantung dari jenis batuk dan tingkat keparahan-nya. Yang umum digunakan untuk pengobatan batuk adalah obat-obat kimia seperti dextromethorphan (batuk kering), phenylephrine (batuk karena alergi), bromhexine (batuk berdahak), dll...ada buanyaaaaakkkkk bingitssss obat batuk yang beredar di pasaran..Bro and Sis tinggal pilih saja..belum lagi biasanya karena disertai peradangan, obat-obat tersebut juga dikombinasikan dengan antibiotik..mulai dari yang paling kita kenal dan sederhana seperti Amoxicillin s/d generasi terbaru seperti Cefadroxyl, Cefixime bahkan kabarnya sudah keluar lagi antibiotik terbaru....
Tapi perlu di ingat bahwa obat-obat kimia tersebut, walaupun memang “ampuh” (tergantung kecocokan juga) akan tetapi memiliki beberapa kelemahan, seperti :
  1. Efek samping obat : perlu di ingat, Bro and Sis, bahwa walaupun aman (maksudnya tidak menyebabkan keracunan atau kematian), obat-obat kimia tetap memiliki efek samping yang merugikan tubuh..coba deh kita baca-baca di leaflet obat yang kita beli di bagian efek samping obat...disitu akan terdapat keterangan yang cukup “bejibun” tentang efek samping dari obat yang kita makan..Blom lagi kalu sudah menyangkut antibiotik..ada efek samping lain berupa resistensi bila tidak dimakan secara tuntas dan teratur..hadeeuuhhhh....
  2. Kondisi tertentu tidak disarankan untuk meminum obat-obat kimia pada saat batuk, seperti ibu hamil dan menyusui atau yang alergi dengan obat-obat tertentu..hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak balita, apalagi penggunaan antibiotik untuk anak-anak balita. it is not recommended deh..
  3. Muahalllll : memang relatif sih, tapi percaya deh, kalau sudah di resepkan obat-obat “paten” apalagi plus antibiotik “super” sudah pasti akan menguras kantong kita deh..Ga lucu juga kan kalau sakitnya cuma batuk biasa tapi harga obatnya “luarrrrr biasaaaaa”..
Oleh karena itulah, maka penggunaan madu bisa menjadi alternatif sebagai pengobatan terutama untuk pengobatan pertama pada batuk yang ringan/akut..tapi ingat ya, kalau batuk sudah lebih dari 1 minggu, apalagi 3 minggu, segera periksakan ke dokter karena dikhawatirkan ada penyakit lain yang bisa lebih berbahaya..

“Apa bener madu bisa membantu mengobati batuk? Mana bukti ilmiahnya?” Pertanyaan itu mungkin yang pertama-tama akan muncul di benak kita.. Oleh karena itu B’Honey mencoba menelusuri beberapa literatur tentang pengobatan madu ini..

Kesimpulannya memang belum diketahui secara pasti bagaimana mekanismenya akan tetapi hasil penelitian medis menunjukkan bahwa madu terbukti secara efektif membantu penyembuhan batuk dan bahkan radang tenggorokan. Beberapa penelitian itu diantaranya :
  1. Dr. Andrew Weil : walaupun mekanisme-nya belum diketahui, secara umum bisa dikatakan bahwa adanya enzim dalam madu yang diciptakan oleh lebah dapat menghasilkan senyawa hidrogen peroksida yang dapat berfungsi sebagai antibiotik/germicide untuk membunuh bakteri penyebab infeksi tenggorokan. Beliau menyarankan penggunaan madu, bisa ditambah dengan lemon tea, sebagai pengobatan untuk batuk dan radang tenggorokan.
  2. Mayo Clinic : ahli di Mayo Clinic menyarankan menggunakan campuran madu-lemon dalam keadaan hangat untuk terapi batuk dan radang tenggorokan.
  3. The Doctors Book of Home Remedies menyarankan penggunaan madu ditambah dengan teh herbal atau teh tanpa caffein sebagai pengobatan batuk dan radang tenggorokan. Dalam buku yang sama, Irwin Ziment Ph.D, chief of medicine di California’s Olive View Medical Center, menyarankan penggunaan madu dicampur dengan horse radish (sejenis akar dari Rusia).
  4. James M. Steckelberg, M.D menyarankan penggunaan air lemon hangat dengan madu untuk meringankan batuk dan radang. Dari hasil studi beliau terungkap bahwa anak dengan umur 2 tahun ke atas yang diberikan 10 ml madu pada saat akan tidur membantu mengurangi batuk pada malam hari dan memperbaiki kualitas tidurnya. Dalam studinya beliau juga menemukan bukti bahwa penggunaan madu dapat berfungsi secara efektif menekan batuk seperti fungsi pada obat batuk yang mengandung dextromethorphan.
  5. Terakhir, pengalaman dari B’Honey sendiri, jika B’Honey atau keluarga terserang batuk, maka kita meracik sendiri obat batuk berupa perasan 1 butir jeruk nipis + 2 sendok makan madu B’Honey (lebih efektif madu randu dibanding madu rambutan) dan diminum 3x sehari. Alhamdulillah dalam 2-3 hari batuknya berkurang bahkan bisa sembuh.
Jadi Bro and Sis, jangan ragu-ragu...cobalah menggunakan resep dari madu jika Bro and Sis terserang batuk..Tidak ada ruginya..yang pasti obat-obat dari alam Insya Allah bebas dari efek samping..

But remember, jika batuk Bro and Sis tidak sembuh dalam 1 minggu, atau semakin bertambah berat or disertai gejala lain seperti sesak nafas atau demam tinggi, segera periksakan ke dokter karena khawatir ada penyakit lain yang menyebabkan batuknya Bro and Sis..

And Don’t Forget...Be Honey..100% Healthy Natural Honey..More than just a supplement !

Sampai jumpa lagi di artikel menarik lainnya tentang madu ya...stay tune....

Rabu, 14 Oktober 2015

Our Mission

Madu merupakan salah satu sumber makanan yang sejak lama dipercaya sebagai sumber energi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam bidang pengobatan, madu juga dikenal sebagai salah satu alternatif pengobatan yang digunakan sejak dahulu. Penelitian yang dilakukan dewasa ini memberikan bukti yang lebih nyata mengenai khasiat dari madu seperti  :

  • Membantu penyembuhan luka dan luka bakar : hasil penelitian medis menunjukkan bahwa madu dapat menghasilkan senyawa hydrogen peroksida yang merupakan antibakteri/antiseptik yang ampuh untuk membunuh bakteri. (www. DrDavidWilliams.com)
  • Terapi diet : pakar nutrisi dari Inggris, Mike McInnes, membuat suatu program diet yang menggunakan madu. (www.dailymail.co.uk)
  • Perawatan kulit : mengkonsumsi madu dan pemakaian madu pada kulit, baik berupa masker, lulur, sabun dan lain-lain telah terbukti secara empiris dapat membantu menghaluskan dan menyehatkan kulit 
  • Membantu menyembuhkan batuk dan radang tenggorokan : penelitian yang sudah dilakukan terbukti bahwa madu dapat berfungsi sebagai obat batuk sama efektifnya dengan penggunaan obat batuk yang mengandung dextromethorphan.
  • Pengganti gula untuk penderita diabetes : hasil penelitian menunjukkan efek yang positif dari penggunaan madu pada penderita diabetes. Dr. A.Y. Davidov dari Rusia menemukan fakta bahwa pasien diabetes yang mengkonsumsi madu sebanyak 1 pon selama 10 hari tidak menyebabkan kenaikan kadar gula dalam urine-nya. Peneliti lainnya, Dr. L.R. Emerick of Eaton, seorang dokter spesialis diabetes dari Ohio menggunakan madu dalam terapi diet untuk 250 orang penderita diabetes dan hasilnya cukup menggembirakan. Hal yang sama dilaporkan oleh Dr. R.J Goss of Middlebury dan penemu vitamin C yaitu Prof. A. Szent-György
  • Selain fungsi-fungsi di atas, masih banyak kegunaan dari madu. 


Mengingat khasiat madu yang banyak untuk kesehatan, kami memiliki misi untuk memasyarakatkan penggunaan madu secara lebih luas melalui produk B’Honey.

B’Honey adalah produk madu berkualitas tinggi yang berasal dari madu asli tanpa campuran bahan apapun dan tanpa perlakuan apapun (seperti pemanasan untuk membuat lebih kental) sehingga terjamin kualitas dan keasliannya. 

Cita-cita kami adalah menjadikan madu sebagai bagian kehidupan sehari-hari yang tidak terpisahkan untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

“....Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl : 69)

Kamis, 08 Oktober 2015

Mengenal Madu Lebih Dekat


Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa. Rasa manis dari madu memiliki ciri yang berbeda dari rasa manis yang berasal dari gula sehingga bagi sebagian orang lebih menyukai madu sebagai pemanis. Rasa manis dari madu juga aman digunakan untuk penderita diabetes karena berasal dari fruktosa dan glukosa yang tidak memerlukan insulin untuk dipecah menjadi energi.

Kandungan Nutrisi Madu

Madu mengandung berbagai unsur yang berguna bagi manusia seperti karbohidrat, gula, vitamin dan mineral. Nilai nutrisi dari madu dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 Madu
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz) / 5 sendok makan
Energi
1,272 kJ (304 kcal)
Karbohidrat
82.4 g
Gula
82.12 g
Serat pangan
0.2 g
Lemak
0 g
Protein
0.3 g
Air
17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)
0.038 mg (3%)
Asam Pantotenat (B5)
0.068 mg (1%)
Niasin (Vit. B3)
0.121 mg (1%)
Vitamin B6
0.024 mg (2%)
Folat (Vit. B9)
2 μg (1%)
Vitamin C
0.5 mg (1%)
Kalsium
6 mg (1%)
Besi
0.42 mg (3%)
Magnesium
2 mg (1%)
Fosfor
4 mg (1%)
Kalium
52 mg (1%)
Natrium
4 mg (0%)
Zink       
0.22 mg (2%)
Persentase merujuk kepada rekomendasi nutrisi untuk orang dewasa di Amerika Serikat.
Sumber: Data Nutrisi USDA

 

Kandungan Madu

Karakteristik fisik dari madu berbeda-beda tergantung dari kandungan air, asal usul bunga, proses ekstraksi dan komposisi kandungan gula dari madu tersebut. Kandungan utama madu adalah Fruktosa (38-55%) dan Glukosa (31%) dan kandungan lainnya seperti Maltosa, Sucrosa dan Karbohidrat Komplek. Komposisi spesifik dari madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu. Hasil analisa madu secara umum adalah sebagai berikut :

•             Fruktosa: 38.2%

•             Glukosa: 31.3%

•             Maltosa: 7.1%

•             Sukrosa: 1.3%

•             Air: 17.2%

•             Gula paling tinggi: 1.5%

•             Abu (analisis kimia):0.2%

•             Lain-lain: 3.2%

Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter, atau sama dengan 36% lebih kental daripada air.

Pemeringkatan (Grading) Madu

Di Amerika Serikat, madu diberikan peringkat berdasarkan standar dari USDA berdasarkan beberapa faktor seperti kadar air, rasa, aroma dan kejernihannya. Pemeringkatan madu berdasarkan USDA adalah sebagai berikut :

Peringkat
Kandungan Air
Rasa dan Aroma
Ketiadaan Pengotor
Kejernihan
A
< 18.6%
Sangat Bagus : memiliki rasa dan aroma yang baik/normal sesuai dengan jenis bunganya, bebas dari : aroma karamelisasi, bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Bebas dari pengotor dan bahan tidak larut – tidak ditemukan adanya pengotor yang mempengaruhi penampilan fisik madu
Sangat Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang tidak mempengaruhi penampilan fisik madu.
B
> 18.6% dan < 20.0%
Bagus : bebas dari  aroma karamelisasi,bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Bebas dari pengotor dan bahan tidak larut – tidak ditemukan adanya pengotor yang mempengaruhi penampilan fisik madu
Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang tidak mempengaruhi penampilan fisik madu.
C
< 20.0%
Cukup Bagus : bebas dari  aroma karamelisasi,bau asap, aroma fermentasi, aroma bahan kimia dan aroma lainnya
Mengandung sedikit pengotor dan bahan tidak larut tetapi hanya sedikit mempengaruhi penampilan fisik madu
Cukup Jernih – dapat mengandung buih, dapat mengandung partikel seperti serbuk sari atau partikel lain yang terdispersi yang sedikit mempengaruhi penampilan fisik madu.
Substandard
> 20.0%
Gagal memenuhi kriteria Grade C
Gagal memenuhi kriteria Grade C
Gagal memenuhi kriteria Grade C

Indikator Kualitas Madu

Madu yang berkualitas tinggi dapat dibedakan dari aroma, rasa dan kekentalannya. Madu yang bagus dan fresh pada suhu 200C jika dituangkan menggunakan pisau akan mengalir dengan mudah dan tanpa terputus-putus menjadi tetesan-tetesan yang terpisah. Setelah madu tersebut jatuh maka akan membentuk tetesan yang kental.

Madu yang berkualitas baik, jika dituang, akan membentuk lapisan tipis yang segera menghilang. Jika tidak membentuk lapisan tipis menunjukkan madu tersebut banyak mengandung air (lebih dari 20% air).

Di dalam toples/wadah, madu yang fresh akan terlihat jernih, kental dan tidak membentuk lapisan. Setelah disimpan selama beberapa minggu/bulan, beberapa jenis madu akan mengkristal dalam bentuk lapisan busa yang padat. Untuk memperlambat proses kristalisasi tersebut, madu dapat dipanaskan pada suhu 40–49 °C.

Kegunaan Madu

A.      Makanan

Sejak lama madu digunakan dalam makanan, pembuatan roti dan kue, sebagai selai dan juga sebagai tambahan dan pemanis dalam minuman seperti teh.

B.      Kesehatan/Medis

Dalam pengobatan tradisional, madu dapat digunakan sebagai obat baik secara oral maupun secara topikal di kulit untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti gangguan pencernaan, maag, luka dan luka bakar. Pengobatan dengan madu banyak ditemukan dalam literatur kuno yang berasal dari Yunani, Romawi, India dan Cina.

Kegunaan madu untuk kesehatan/pengobatan akan dibahas dalam artikel-artikel tersendiri.

Penggunaan madu juga banyak ditemukan dalam berbagai literatur keagamaan seperti dalam Alqur’an (surah An Nahl) dan hadits, Kristen/Injil (New Testament, Matthew 3:4), Budha (festival Madhu Purnima), Yahudi (Taurat) dan Hindu.

Produsen Madu dan Konsumsi Madu di Dunia

Berdasarkan data tahun 2012, 5 negara produsen madu terbesar di dunia adalah China, Turki, Argentina, Ukraina dan Amerika Serikat

Konsumsi madu mencapai 1 kilogram per kapita per tahun di beberapa negara seperti Austria, Jerman dan Swiss. Di negara-negara maju lainnya seperti Eropa, Amerika, Jepang dan China tingkat konsumsi madu per kapita juga cukup tinggi. Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran terhadap kegunaan madu untuk kesehatan yang cukup tinggi di negara-negara tersebut.

 

 

Rabu, 07 Oktober 2015

Tentang Kami





Kami adalah UMKM yang bergerak di produksi dan penjualan madu dan produk turunan madu dengan brand name "B'HONEY". Kami berlokasi di Perumahan Budi Agung, Jalan Bangkirai no F2, kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. 

Madu yang kami pasarkan Insya Allah madu murni tanpa campuran bahan-bahan lainnya. Adapun produk madu yang kami miliki saat ini adalah :
  • Madu Rambutan dan Randu kemasan   300 g : Rp. 50.000,-
  • Madu Rambutan dan Randu kemasan   500 g : Rp. 70.000,-
  • Madu Rambutan dan Randu kemasan 1000 g : Rp. 110.000,-
Madu Rambutan adalah madu yang berasal dari bunga pohon rambutan. Madu Rambutan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Rasa yang sangat manis dan sedikit rasa pahit
  • Kental
  • Aroma/bau yang wangi khas rambutan
  • Cocok digunakan sebagai campuran teh, susu, sebagai selai dll
Madu Randu adalah madu yang berasal dari bunga pohon randu. Madu Randu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Rasa manis dan sedikit asam
  • Kurang kental
  • Aroma tidak menyengat
  • Cocok digunakan sebagai selai, campuran teh, susu, air jeruk dll 
Kami juga melayani pembelian dalam bentuk grosir (madu curah) dan juga re-seller dengan harga khusus.
Untuk pemesanan dan informasi bisa menghubungi kami di :
Telp/SMS : 081394408269
whatsapp : 081218595919